Terjebak Nostalgia

Bukan, tulisan ini bukan ngebahas tentang percintaan, bukan juga ngebahas tentang lagu galau yang cukup nge-trend jadi kalo lagi pengen membaca tentang percintaan atau lagu galau, move along, nothing to see here..

Terjebak Nostalgia

Tulisan ini berawal dari obrolan iseng kesana kemari tanpa arah yang saya lakukan dengan teman saya kemarin malam saat terjebak hujan.

C: “Buat gw sih masa-masa paling enak tuh masa-masa kuliah”

A: “Hmm, iya sih enakan jaman kuliah dulu daripada sekarang..”

Salah satu kebiasaan buruk saya adalah tenggelam dalam kenangan masa lalu, selalu membanding-bandingkan keadaan sekarang dengan keadaan dulu. Kebiasan ini seperti pisau dengan dua sisi tajam, di satu sisi terkadang membuat saya bisa bersyukur dengan hal-hal yang saat ini lebih baik dibandingkan masa lalu, namun di sisi lain terkadang malah membuat gak bersyukur dengan keadaan yang ada dan ingin rasanya kembali mengalami kehidupan di masa lalu. Kalo bahsa keren-nya sih, susah move on.

Waktu SD terkadang berpikir, enak ya waktu TK sekolahnya cuman main-main aja gak ada PR.

Waktu SMP juga masih suka berpikir, waktu SD enak ya pelajarannya ga rumit, sekolahnya sebentar, PR nya juga gak banyak.

Waktu SMA kembali berpikir, ah enak dulu waktu SMP, pelajarannya gak ribet, masih lebih banyak waktu main, gak pusing mikirin mau kuliah kemana.

Waktu kuliah juga, hmm, rasanya enak waktu SMA, masih tinggal deket rumah, bisa sering ketemu orang tua.

Celakanya sekarang ini juga saya merasa masa kuliah lebih enak daripada kerja karena satu dan lain hal.

Mungkin kebiasaan ini dipengaruhi oleh sisi melankolis saya yang sangat dominan. Seringkali tiba-tiba terbayang keadaan di masa lalu dimana terdapat beberapa kemiripan dengan masa sekarang. Misalnya saat saya menulis tulisan ini, jam 3 sore dan di luar hujan deras, tiba-tiba teringat masa kelas 1 SMA dimana saya dan teman saya pernah terlambat kembali ke kelas setelah istirahat karena terjebak hujan selepas shalat di masjid. Gak penting? Yup, tapi terkadang akumulasi hal-hal gak penting itulah yang membuat saya kangen dengan keadaan di masa lalu.

Yang perlu disadari, mungkin pas kita ngalamin suatu kejadian di masa lalu tersebut, rasanya gak indah sama sekali. Apa coba yang indah dari terjebak hujan di masjid? Gak ada kan? Yang ada kesel malahan ga bisa balik lagi ke kelas. Tapi entah kenapa kalo diinget-inget sekarang, rasanya pengen deh kembali ke masa-masa tersebut. Jadi, harusnya sih sekarang mulai ngebiasain diri, mensyukuri tiap hal kecil yang terjadi saat ini, karena bukan ga mungkin di masa depan saya bakal kangen masa-masa sekarang, menulis sebuah racauan di tengah hujan Kota Bogor.

Terkadang juga muncul racauan di kepala semacam “Coba kalo dulu gak X”, “Seandainya dulu gw Y”, yang sialnya bisa mengganggu dan menghancurkan mood dalam sekejap. Padahal kan toh kata seandainya, coba kalo, dan kawan-kawannya itu gak bisa merubah keadaan yang terjadi sekarang kan. Yang ada seharusnya kita bisa belajar dari hal-hal yang telah terjadi, sehingga jangan sampai kita mengulangi kesalahan yang sama di masa yang akan datang.

Karena pada akhirnya sih gak ada kesempurnaan dalam hidup, pasti ada senengnya dan ada gak senengnya, meskipun kita lebih cenderung inget hal-hal yang menyenangkan aja. Jadi sih semoga nantinya, ke depannya, saya bisa lebih menikmati hidup di masa sekarang. Karena katanya, hal yang paling jauh dari manusia itu adalah waktunya yang telah berlalu. Seindah apapun masa lalu, ya itu udah terjadi dan ga bisa diulangin lagi. Sepahit apapun kondisi sekarang, itulah kenyataan hidup yang harus dijalanin. Kalo masa sekarang dipakai terus-terusan merenungi dan menyesali masa lalu, bisa-bisa masa depan kita juga akan habis untuk menyesali masa-masa sekarang yang kita pakai untuk menyesali masa-masa lalu kita (ribet ya? Gitu deh pokoknya..)

Kalo katanya orang-orang bijak sih:

The clock is running. Make the most of today. Time waits for no man. Yesterday is history. Tomorrow is a mystery. Today is a gift. That’s why it is called the present.

Yah, simpelnya, semoga di masa depan nantinya saya gak menyesal pernah menulis racauan seperti ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s