Pembatasan Premium

Akhir-akhir ini di berita sedang ramai tentang wacana pemerintah untuk melakukan pembatasan terhadap BBM bersubsidi. Oke, sebenernya saya gak setuju dengan istilah BBM bersubsidi, kenapa? karena yang BBM yang disubsidi adalah jenis premium (RON 88) dan yang disebut dengan BBM non subsidi adalah jenis pertamax/pertamax+ (RON 92/RON 95). Tentu saja pernyataan BBM bersubsidi menjadi misleading menurut saya karena BBM bersubsidi dan BBM non subsidi adalah 2 jenis barang yang benar-benar berbeda, seharusnya jika ingin menyebut pembatasan BBM bersubsidi, tersedia 2 jenis premium, premium yang disubsidi dan premium yang tidak disubsidi, itu baru fair.

Terlepas dari perhitungan benar tidaknya pemerintah perlu membatasi pihak yang diperbolehkan membeli bahan bakar berjenis premium tersebut (saya bukan orang ekonomi, gak punya kompetensi buat mengomentari hal tersebut), dan terlepas dari banyak pihak yang mengatakan ini adalah kenaikan terselubung (saya juga bukan orang politik, gak berminat mengomentari dari sisi ini), saya hanya ingin membahas mekanisme persyaratan kendaraan yang boleh membeli premium tersebut.

Dari rumor yang beredar, metode pembatasan yang akan diterapkan adalah pembatasan berdasarkan kapasitas mesin kendaraan. Rumor terakhir yang saya baca, kendaraan yang diperbolehkan membeli premium adalah kendaran dengan kapasitas mesin di bawah 1300cc. Oke, agak lucu rasanya membatasi kendaraan dengan kapasitas mesinnya, gak selamanya mobil murah itu kapasitas mesinnya kecil dan gak selamanya mobil mahal itu kapasitas mesinnya besar. Ambil contoh ekstrim:

Mobi-mobil ini bisa isi premium:

Mobil-mobil ini tidak:

Padahal, mana yang kira-kira pemiliknya memiliki harta lebih banyak?🙂

Lalu gimana? Opini pribadi saya, dengan asumsi memang harus dibatasi pembelian premium, dan metode pelaksanannya dengan menggunakan smart card / stiker khusus, kenapa gak dibatasi berdasarkan pajak kendaraan bermotor saja, misalkan pajak di bawah 2 juta rupiah boleh membeli BBM jenis premium. Setahu saya, pajak kendaraan bermotor adalah sekian persen dari nilai taksir harga jual kendaraan saat ini, bukankah lebih masuk akal bila taksiran nilai kekayaan seseorang dilihat dari harga kendaraan yang dimiliki daripada dari kapasitas mesin kendaraannya? Pajak kendaraan bermotor pun denger-denger bakal diberlakukan secara progresif, jadi pajak kendaraan ke-2, ke-3 dst akan semakin mahal. Bukankah ini indikator yang sangat baik untuk menentukan layak tidaknya seseorang membeli bahan bakar jenis premium?

Namun bagi saya pribadi, saya masih berharap jika premium jadi dibatasi, disediakan juga premium non-subsidi yang dapat dibeli secara bebas, karena gak semua kendaraan cocok pake bensin oktan tinggi, saya pernah punya mobil sedan keluaran tahun 97, dan ketika diisi bahan bakar oktan tinggi, malah knocking mesinnya.

Semoga juga, kalo memang pemerintah bisa menghemat anggaran untuk subsidi bahan bakar, anggarannya bisa dialihkan memperbaiki transportasi umum, misalnya kereta api (yang selama ini bahan bakarnya gak disubsidi). berat rasanya untuk PT. KAI bersaing dengan perusahaan travel dan bus yang menggunakan bahan bakar bersubsidi, sedangkan bahan bakar kereta api tidak disubsidi.

Artikel di atas ini bersifat sangat subjektif, gak didukung fakta-fakta jelas, ditulis oleh bocah yang sehari hari memanfaatkan KRL untuk pulang pergi kerja dan menggunakan kendaraan pribadi untuk jalan-jalan saat weekend.

Apapun, semoga Indonesia bisa lebih baik ke depannya…

3 thoughts on “Pembatasan Premium

  1. Yup setuju banget karena kalo kita lihat kebelakang bahwa mesin mobil-mobil lama cenderung memiliki kapasitas lebih besar, sementara orang yang menggunakan mobil-mobil lama kebanyakan adalah mereka yang tidak mampu membeli mobil baru….mau dibawa kemana mobil-mobil macam espass,greco,323,taft,katana,dll…??? Semoga yang duduk diatas sana juga berfikir sampai kesitu….!!!!!

    • betul masbro.. mobil2 lama justru cc nya gede dan dimiliki orang yang ga mampu beli mobil baru… padahal kalo mau tepat sasaran, emang sebaiknya pake pajak aja, kan sesuai harga jual mobilnya… salam kenal🙂

  2. andaikan saja sy jadi orang kaya, mobil baru dan mewah pasti sy beli… ga’ pake mikir2 panjang & ga’ cuma 3 unit..lho..? lhaa..wong sy beli mobil tua aja ngumpulin duitnya bertahun-tahun, ko’ ngisi BBM diharuskan beli yang mahal..?! dimana letak Keadilan.. kapan orang seperti sy bisa makmur…???
    apalagi orang2 yg kehidupanya masih dibawah saya…???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s