Ibadah yang Merugikan

Gak kerasa udah sebulan gak nulis, akhir-akhir ini emang lagi agak kehilangan mood nulis karena sesuatu hal😀

Oke, sebenernya bahasan kali ini sudah lama ada dalam kepala saya, tapi selama ini selalu males buat menuangkannya dalam bentuk tulisan.

Ibadah, menurut KBBI kata yang satu ini artinya adalah “perbuatan untuk menyatakan bakti kpd Tuhan, yg didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya;”.

Menurut definisi di atas, seharusnya ibadah itu tidak akan pernah merugikan, tapi menurut saya, ada lho ibadah yang merugikan. Lho? Kok bisa?

Banyak orang yang hanya mendefinisikan ibadah hanya sebagai definisi hubungan langsung dengan Tuhan, namun lupa mengartikan bahwa ibadah juga meliputi hubungan dengan makhluk Tuhan lainnya, dalam hal ini manusia. Mungkin mereka juga lupa bahwa ibadah adalah hak dasar semua orang, apapun agamanya. Mereka juga mungkin lupa bahwa Tuhan bukanlah milik individu, melainkan milik seluruh ciptaan-Nya. Hal-hal tersebut tadi membuat banyak orang yang cenderung egois dalam beribadah, sehingga pada dampaknya dapat menimbulkan kerugian bagi orang lain.

Salah satu contoh egois dalam beribadah ini ialah dalam penggunaan mushalla umum. Mushalla umum kebanyakan tidak memiliki lahan ibadah yang luas, tidak sebanding dengan jumlah penggunanya. Bagi saya, saat menjalankan ibadah di mushalla umum, cukup menjalankan ibadah yang wajib saja karena orang lain juga butuh tempat untuk beribadah. Namun, gak jarang orang yang habis selesai shalat di mushalla umum yang sempit, meneruskannya dengan dzikir dan doa yang cukup panjang, ataupun melaksanakan shalat sunnah. Dzikir, doa dan shalat sunnah itu baik, sungguh baik, tapi kalo karena anda melakukan hal tersebut dalam waktu yang lama setelah shalat di mushalla umum orang lain jadi tidak dapat menjalankan ibadah wajibnya, masihkah hal tersebut dapat dikatakan baik? Bukankah berdasarkan tingkatan ibadahnya, shalat wajib harusnya berada pada tatanan lebih atas daripada berdoa dan berdzikir setelah shalat? Lupakah mereka bahwa shalat wajib itu perlu tempat khusus dan waktunya terbatas?

Ada lagi kasus yang sering terjadi di masjid saat akan shalat berjamaah. Seringkali orang tidak datang tepat waktu adzan, namun tetap memaksakan untuk melakukan shalat sunnah rawatib qabliyah (shalat sunnah yang dilakukan sebelum shalat wajib), misal adzan selesai pada X, si James datang di X+1 menit dan langsung shalat sunnah, si Jimmy datang di X+2 menit dan langsung shalat sunnah juga, begitu seterusnya. Lah? Kapan mulai shalat berjamaahnya kalo gitu? Hal ini yang cukup membuat saya malas shalat berjamaah di masjid, seringkali shalat berjamaah molor hanya karena menunggu orang-orang yang terlambat datang selesai menjalankan shalat sunnah. Oh, ayolah, kalau memang ingin mendapat pahala shalat sunnah, datanglah lebih awal sehingga gak merampas hak orang yang datang lebih awal untuk shalat wajib berjamaah. Jangan datang terlambat, tapi egois ingin dapat pahala shalat sunnah. [EDIT: Lebih jelas mengenai masalah ini, dibahas di comment oleh rekan saya yang luar biasa, Pranoto Budi, silahkan merapat ke komen untuk lebih jelasnya :D]

Selain egois beribadah antar umat dengan agama yang sama, terkadang banyak juga kasus egois antar umat beda agama. mulai dari kasus menghalangi orang agama lain beribadah dengan berbagai macam cara, merampas hak orang lain karena merasa berbeda agama, dan lain-lain. Adakah yang salah dengan perbedaan agama? Bagi saya, setiap agama adalah benar menurut pemeluknya masing-masing dan salah menurut penganut agama lain. Setiap orang adalah taat menurut agamanya sendiri, dan ingkar menurut agama orang lain. Dan menurut agama yang saya anut, “bagimu agamamu, dan bagiku agamaku“, so ga ada alasan buat mengatasnamakan ibadah untuk mencegah orang lain yang berbeda keyakinan beribadah.

Semoga kita bisa terhindar dalam sikap egois dalam beribadah🙂

3 thoughts on “Ibadah yang Merugikan

  1. anto, sekedar menambahkan ni untuk salah satu bagian yang dibahas. Semoga bisa menjadi solusi bagi sebagian orang. Dan saya sudah pernah juga mendengar masalah sejenis dari orang yang berbeda.

    Sebenarnya di dalam agama Islam yang kita cintai ini, shalat berjamaah telah diatur secara lengkap. Termasuk masalah shalat sunnah menjelang shalat wajib tadi. Cuma mungkin masyarakat kita juga belum pada paham. Dalam hadits disebutkan “Apabila telah diserukan iqamah untuk shalat maka tidak ada shalat kecuali shalat wajib.” (HR. Muslim no. 1642). saya copy haditsnya dari sini: http://asysyariah.com/iqamah.html.

    Jadi untuk para imam dan muadzin: sebenarnya shalat wajib berjama’ah ditegakkan tidak harus menunggu ma’mum menyelesaikan shalat sunnah. Tergantung pertimbangan sang imam yang mengerti kondisi jama’ah masjid, klo dirasa sudah waktunya, maka silakan dikumandangan iqamat. Dan sebenarnya shalat sunnah yang paling utama itu di rumah. Misalnya shalat subuh, ketika sang imam masjid datang itu bisa saja langsung iqamat (karena sang imam melaksanakan shalat sunnah fajar-nya di rumah)

    Dan untuk para ma’mum: ketika Ma’mum (atau katakanlah kita sedang shalat sunnah) tiba-tiba iqamat, maka langsung kita putus shalat sunnah tadi dan bergabung dengan jama’ah shalat wajib, jadi ga perlu terburu-buru menyelesaikan shalat sunnah tadi, tp klo kira-kira udah mau selesai (salam) dan ga membuat kita terlambat ikut takbiratul ihram klo menyelesaikannya maka gpp dibereskan shalat sunnahnya (bisa baca fatwanya Syaikh Albani)

    Kalau semua sudah sama-sama tahu, jadi enak. ma’mum jadi enak, mau shalat sunnah gak perlu sungkan-sungkan, karena kalau tiba-tiba iqamat tinggal langsung bergabung dengan jama’ah. Imam juga enak, mau iqamat gak perlu sungkan-sungkan, karena imam tau bahwa sang ma’mum paham bagaimana prioritas seharusnya yang didahulukan. Semoga sedikit sharing ini bisa lebih memudahkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s