Wailing Wall – Saint Seiya

Hampir setiap orang seusia saya sekarang pada masa kecilnya mengenal film-film kartun anak-anak. Tidak seperti masa sekarang ini, dimana televisi dipenuhi acara musik di minggu pagi, saat saya masih anak-anak hari minggu adalah hari marathon menonton televisi dari pagi hingga siang hari. Dari sekian banyak film yang saya tonton, yang sampai saat ini masih saya sukai adalah Saint Seiya. Bagi yang belum tahu apa itu Saint Seiya, bisa membaca referensi lebih lanjut di sini

Tulisan saya kali ini ingin membahas tentang salah satu episode di Saint Seiya – Hades Chapter. Film ini merupakan kelanjutan dari film yang saya tonton saat saya kecil, tentu saja dengan kualitas gambar yang jauh lebih jernih lagi.

Alkisah, Hades, yang merupakan dewa kematian, menculik Athena, dewi penjaga Bumi. Hades menyekap Athena di dimensi lain yang bernama Elysion. Tentu saja, seiya dan kawan-kawannya berusaha untuk menyelamatkan Athena dari tangan Hades. Permasalahannya, untuk menuju tempat disekapnya Athena tersebut, mereka perlu menembus sebuah tembok yang bernama wailing wall. Singkat kata, tembok ini tidak mungkin dihancurkan kecuali dengan menyinari tembok tersebut dengan sinar matahari. Terdengar mudah bukan? Tinggal buka jendela, dan biarkan sinar matahari masuk menghancurkan tembok tersebut. Sayangnya, lokasi tembok tersebut ada di dunia bawah tanah yang tidak tertembus sinar matahari. Berbagai cara dicoba oleh Seiya dan teman-teman untuk menghancurkan tembok tersebut, namun percuma, seluruh jurus dan senjata mereka tidak berdaya ketika berhadapan dengan tembok tersebut.

Ketika tampaknya sudah tidak ada harapan lagi, tiba-tiba saja 12 ksatria emas berkumpul dan menyatukan kekuatan mereka. Baik yang masih hidup, maupun yang sudah mati, tiba-tiba bangkit kembali untuk sekali lagi membela Athena. Dengan memfokuskan energi kosmo mereka ke ujung panah Saint Sagitarius yang dilepaskan ke arah tembok tersebut, tembok yang telah berdiri sejak awal waktu tersebut pun akhirnya runtuh. Mereka telah melakukan hal yang mustahil, menciptakan cahaya matahari ditengah kegelapan dunia bawah tanah.

 

Yang ingin saya tulis disini bukanlah cerita detail mengenai Saint Seiya dan Wailing Wall tersbut. Disini saya hanya merasa ada pelajaran yang dapat saya ambil dari episode Saint Seiya di atas. Betapapun besarnya hambatan, betapapun tampak mustahilnya rintangan yang dihadapi dalam meraih sesuatu, pasti, jika Tuhan menghendaki, akan ada jalan keluar.

Saya tahu, kehidupan dunia nyata tidak sama dengan keajaiban-keajaiban yang terjadi dalam film kartun. Tapi saya juga tahu, Tuhan telah berjanji bahwasanya setiap manusia diberi cobaan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tuhan juga berkata bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib manusia apabila manusia tidak berusaha mengubah nasibnya sendiri.

Katakanlah saat ini saya sedang menghadapi Wailing Wall tersebut, menghadapi sebuah tembok yang tampak tidak dapat ditembus dengan cara apapun. Namun bagaimanapun, saya tetap harus menyebrang ke sisi lain tembok tersebut, karena disitulah letak mimpi saya. Saat ini, mungkin memang tampak mustahil, namun saya masih percaya, suatu saat saya akan dapatkan cahaya matahari untuk menyinari tembok tersebut, suatu saat nanti saya akan mendapatkan panah Sagitarius dan menghancurkan tembok tersebut.

Entah kapan datangnya saat tersebut, sampai saat tersebut tiba, saya hanya bisa berusaha dan berdoa. Sedikit demi sedikit, milimeter demi milimeter, saya akan berusaha meruntuhkan tembok tersebut. Karena saya masih percaya, bahwa selain matahari, hal lain yang dapat memancarkan cahaya terang adalah mimpi dan harapan. Karena saya percaya, saya masih ada di sini hari ini adalah karena saya memiliki mimpi-mimpi dan harapan. Dan karena saya percaya, bahwa Tuhan selalu mendengarkan mimpi dan harapan kita. Yang kita perlu lakukan hanyalah berdoa, berusaha, dan terus percaya. Dan ya, Saya percaya🙂

 

 

One thought on “Wailing Wall – Saint Seiya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s