Peugeot 307 Sporty – Sebuah Ulasan

Peringatan : Ulasan ini ditulis oleh saya, orang awam yang pengetahuannya tidak begitu mendalam mengenai dunia otomotif, hasil ulasan hanya merupakan apa yang dirasakan sehari-hari dan tidak mengandung unsur objektifitas

Sudah 2 tahun sejak orang tua saya membelikan saya sebuah mobil Peugeot 307 Sporty warna biru. Mengapa saat itu saya memilih Peugeot 307? Alasannya simpel, kendaraan saya sebelumnya adalah Peugeot 306, dan saya merasakan kendaraan ini sangat nyaman digunakan, sehingga saat ditawarkan untuk mengganti mobil dengan mobil lain ber-budget 100 juta-an, tentu saja hal yang pertama terlintas di kepala saya adalah adik 306, yaitu 307. Ya, dengan budget “hanya” sekitar 100 juta-an, anda dapat membeli mobil yang pernah menjadi European Car of The Year pada tahun 2001 ini, dalam kondisi bekas tentu saja. Cukup terjangkau bukan? Relatif juga ya terjangkau itu, maksud saya, untuk harga kisaran 100 juta-an itu, mobil ini menawarkan begitu banyak fasilitas dan kenyamanan. Baiklah, saya akan memulai ulasan saya dari beberapa sisi.

  • Kenyamanan

Begitu masuk ke dalam mobil ini, sudah terasa kabin yang nyaman, suasana senyap, Kursi empuk yang dilengkapi dengan sandaran tangan siap menopang tubuh anda. Mobil ini sudah dilengkapi dengan penyejuk udara yang dapat di set pada mode otomatis, dimana mobil akan menyesuaikan hembusan angin dan tingkat kesejukan berdasarkan suhu yang telah ditetapkan sebelumnya. Jadi, misal kita menginginkan suhu kabin agar 21 derajat, saat udara panas maka kipas akan berputar lebih kencang, sebaliknya saat udara dingin, maka kipas akan berputar lebih pelan.

Peredaman suara pada mobil ini dapat saya katakan sangat baik, suara dari luar tidak begitu terdengar, bahkan suara mesin masih terdengar halus saat kendaraan dipacu 140 km/jam di jalan bebas hambatan.

Soal suspensi, saya sendiri merasa untuk ukuran mobil eropa suspensi mobil ini agak keras, masih cukup nyaman memang untuk menghadapi jalanan berlubang, namun kenyamanan bantingan saya rasakan masih dibawah Peugeot 406 atau bahkan 306.

Untuk urusan hiburan, standarnya mobil ini dilengkapi dengan head unit single din yang dapat memutar CD dan radio. Karena terbilang sudah cukup berumur, tentu saja head unit ini tidak dapat memutar mp3 dan juga tidak memiliki colokan USB untuk mencolok flashdisk maupun pemutar musik mp3. Head unit ini dapat dikendalikan dari pengendali yang letaknya dekat lingkar kemudi, sehingga tidak perlu melepaskan tangan dari lingkar kemudi saat ingin memindahkan saluran radio ataupun merubah volume suara.

  • Pengendaraan

Sebenarnya ada banyak varian mesin pada Peugeot 307, namun mobil saya menggunakan mesin bensin 1600 cc yang disandingkan dengan transmisi otomatis 4 percepatan dengan mode tiptronic. Jika anda penggemar kendaraan bertenaga besar, maka mungkin kendaraan ini bukan untuk anda, saya merasakan pada putaran mesin bawah, kendaraan ini agak kurang bertenaga, namun keadaan membaik saat putaran mesin menyentuh angka >3000 rpm. Teknologi mesin yang digunakan belum secanggih mobil-mobil masa kini, sehingga konsumsi bahan bakarnya pun tergolong tidak terlalu irit. Untuk pemakaian normal dalam kota, mobil ini mencetak angka sekitar 8-9 km/l, sedangkan untuk rute luar kota, apabila dibawa dengan konstan dan halus, mobil ini mampu meraih angka 15-16 km/l, cukup lumayan untuk mobil produksi tahun 2002. Bahan bakar yang digunakan? Buku manual menyarankan mobil ini diberi bahan bakar ber oktan > 93, dimana syarat itu hanya dapat dipenuhi oleh bahan bakar Pertamax+ dan yang sejenisnya (beroktan 95). Namun demikian, saya sudah pernah mencoba mobil ini dengan menggunakan premium, maupun pertamax biasa, dan mobil ini terbukti mampu berjalan tanpa masalah sama sekali saat menggunakan bahan bakar ber oktan < 93, namun tetap, saya menyarankan agar bahan bakar yang digunakan minimal pertamax 92, agar kinerja kendaraan tetap optimal.

Hal yang paling tidak saya sukai dari mobil ini adalah transmisinya, gearbox AL4 saya rasakan kurang responsif, bahkan saat menggunakan mode tiptronic sekalipun, dimana pengemudi dapat memindahkan gigi secara manual. Ada jeda yang cukup terasa saat menggerakkan tuas transmissi hingga gigi berpindah, cukup mengganggu saat ingin memacu kendaraan. Perpindahan gigi 1 ke 2 agak kurang mulus, namun sisanya berjalan dengan sangat mulus. Transmisi kendaraan ini juga dilengkapi mode snow dan sport yang mana akan merubah karakter perpindahan gigi kendaraan saat salah satu tombol tersebut ditekan.

Adapun hal yang paling saya suka dari mobil ini adalah handling-nya. Pergerakan mobil sangat responsif mengikuti putaran roda kemudi, dan karena suspensinya rigid, maka mobil sangat stabil saat digunakan untuk menikung dalam kecepatan tinggi. Mobil ini juga terasa lincah saat melibas jalan penuh kelokan, ataupun saat ingin berkendara secara zig zag pada kecepatan tinggi, tidak terasa ada gejala limbung pada mobil ini. Oh ya, mobil ini sudah dilengkapi Electronic Power Steering, sehingga roda kemudi akan terasa ringan pada kecepatan rendah, dan akan terasa lebih berat pada kecepatan tinggi, menarik bukan?

  • Fitur Keamanan

Apa yang anda harapkan dari keamanan kendaraan eropa? Mobil ini menyediakan berbagai macam fasilitas yang mampu membuat anda merasa aman di dalamnya. Mulai dari rem, yang dilengkapi dengan ABS, EBD, plus Brake Assist, 6 buah airbag, dan rancangan ruang mesin yang (katanya) kalau kendaraan menabrak sesuatu mesin akan langsung jatuh sehingga mencegah penumpang terjepit di kendaraan (entah ya, saya belum dan tidak berminat untuk mencoba fitur yang satu ini :p)

Oh ya, mobil ini juga dilengkapi dengan immobiliser, jadi meskipun mobil ini termasuk jarang diincar pencuri, anda bisa lebih tenang saat meninggalkan kendaraan ini di pinggir jalan. Fitur keamanan lainnya juga, katanya sih, kalau spion mobil ini dicuri orang, ketika spion itu dipasang di kendaraan lain tidak akan bekerja, namun entah, saya lebih berharap spion mobil saya tidak pernah dicuri

  • Fitur Lain

Hal yang paling menarik dibicarakan pada saat membahas Peugeot 307 adalah fitur lain yang dimiliki kendaraan ini, mari kita lihat

1. Glovebox yang dilengkapi dengan penyejuk udara, sehingga jika menyimpan minuman di dalamnya, maka setelah beberapa waktu minuman tersebut akan menjadi minuman dingin.

2. Spion yang akan melipat dengan sendirinya dan kaca yang akan menutup dengan sendirinya saat kendaraan dikunci dengan remote. Praktis, tidak takut spion terbentur sesuatu, dan tidak lupa lagi menutup kaca saat meninggalkan kendaraan

3. Sensor Wiper. Wiper akan menyesuaikan kecepatannya dengan intensitas hujan, sehingga tidak perlu lagi mengubah-ubah kecepatan wiper secara manual

4. Telescopic Steering. Lingkar kemudi pada kendaraan ini dapat disesuaikan posisinya, tidak hanya naik turun saja, tapi juga maju mundur. Cukup memudahkan untuk mendapatkan posisi mengemudi yang nyaman.

4. Sensor Lampu. Ya, bahkan headlight mobil ini dilengkapi sensor yang dapat mematikan dan menghidupkan secara otomatis. Namun, pada kenyataannya saya merasakan sensor ini terlalu sensitif, sehingga saya mematikan fitur ini di mobil saya.

5. Sensor lain-lain. Mobil ini memiliki banyak sensor, sehingga ketika ada masalah, mobil ini dapat menampilkan masalah apa yang terjadi pada MID (multi information display) yang terletak pada tengah dashboard, seperti menampilkan pesan “Automatic Gear Fault”, atau “Anti Pollution Fault” dan semacamnya.

Sebenarnya masih banyak lagi fitur lucu dan bahkan mungkin tidak penting yang ada pada mobil ini, tapi saya rasa kelima fitur tadi sudah cukup menggambarkan fasilitas yang ditawarkan mobil ini.

Adapun hal lain yang ingin saya bahas disini adalah mengenai cost of ownership. Banyak yang berkata bahwa mobil eropa sulit dirawat dan suku cadangnya berharga tinggi. Sepengalaman saya, saya pernah membandingkan harga spare part yang sama-sama asli antara peugeot dan mobil keluaran jepang, hasilnya harganya sama, bahkan spare part peugeot lebih murah beberapa ribu rupiah. Jadi saya menyimpulkan bahwa harga suku cadang mobil ini tidak berbeda dengan suku cadang mobil keluaran Jepang di kelas yang sama. Namun demikian, saya mengakui bahwa tidak mudah menemukan bengkel di luar bengkel resmi yang mampu menangani kelistrikan kendaraan ini. Untuk anda yang tinggal di daerah Bogor, dapat membawa kendaraan anda ke Benefit Auto Service, letaknya di dekat sekolah kesatuan di daerah ranggagading. Bengkel ini mampu menangani mobil-mobil keluaran eropa, dengan biaya yang relatif murah.

Singkat kata, untuk kendaraan bekas dengan range harga sekitar 100juta rupiah, mobil ini menawarkan banyak fasilitas. Jika anda menginginkan kendaraan untuk dipakai, dan bukan untuk dijual kembali, mobil ini sangat layak dibeli, namun perlu diingat, depresiasi harga pada kendaraan eropa cukup besar, jadi jangan terkejut jika saat ingin menjual kembali harga kendaraan anda sudah turun jauh dibanding saat anda membeli.

Saya menulis tulisan ini karena pada saat dulu saya mencari informasi tentang mobil ini, saya tidak mendapatkan informasi yang lengkap mengenai mobil ini dalam bahasa Indonesia. Jadi, semoga tulisan ini bermanfaat bagi anda yang mungkin sedang berfikir untuk membeli sebuah mobil peugeot, ataupun bagi anda yang hanya mencari informasi lebih lanjut tentang mobil ini saja. :)

108 thoughts on “Peugeot 307 Sporty – Sebuah Ulasan

  1. Hmmm ulasan yang jujur, Selamat bro, anda memilih mobil yang tepat. Saya sudah berkali-kali ganti mobil (strlet kapsul, great corolla, accord prestige, accord accord maestro, accord cielo, lancer, corona..). Sebelumnya pernah pake peugeot 505, 405, 306. Sekarang, saya kembali ke “selera asal”…..saya pake 307 sporty tahun 2002 dengan kisaran harga 100jt an. Mobil ini sungguh membuat kita tenang, nyaman, dan bangga. Mobil tahun segitu, tapi fitur sama dengan mobil jepang tahun 2010 an. Bentuk/modelnya, sangat keren dan sportif, malah lebih keren dari mobil keluaran sekarang!!!. Banyak PENILAIAN YANG SALAH tentang mobil ini. Onderdil mahal? Sulit? Rewel? Dsb..dsb…biasanya mereka tidak atau belum pernah nyoba langsung, dan kalo punya biasanya memang sudah rewel saat beli sehingga pembeli berikutnya yang “tanggung dosa”. Mobil jepang hanya menang pada “adanya onderdil KW 3″. Dari sisi yag lain? KALAH TELAK!!!

    Banyak yang bilang mobil Peugeot suka OVERHEAT. Selama ganti mobil peugeot dari berbagai seri, belum pernah saya mengalami OVERHEAT. Kalo dibaca di panduan, suhu normal Peugeot (tahun 2000 ke atas) adalah 95 derajat (pada suhu tersebut fan akan berputar secara otomatis). Di mobil jepang, tidak ada indikator angka tentang ini (coba diukur dengan thermometer..jangan2 malah 100 derajat).

    Saya sangat puas dengan 307 sporty, apalagi kalo 307 SW (hehehe..).

    • Wah, sama dong kita, 307 sporty taun 2002 :D

      Sepakat tentang kelebihan-kelebihan yang disebutkan tadi, satu lagi sih, rasanya kalo diparkir di pinggir jalan lebih tenang deh mobil ini, ga terlalu jadi incaran maling soalnya :p

      Yup, selama 4 tahun saya pake peugeot (306 dan 307) baru sekali ngerasa mobil agak panas, waktu pake 306, itupun karena ternyata fan nya mati satu, pantes aja jadi panas mesinnya hehe…

      Semoga ada rezekinya yaa buat 307 sw, saya terus terang ngiler banget liat panoramic roof nya 307 sw…

  2. gan, nanyak dong. Saya bandingin setir / power steering nya peugeot 307 sporty 2002 kok “agak berat” ya jika saya bandingkan dengan mobil kijang kapsul. Itu normal gak sih gan??
    biasanya saya satu tangan mau belok tapi kalo di pug 307 gak bisa gan, gak berat2 amat sih tapi harus 2 tangan jadinya.

    • Dari pengalaman saya sih, emang relatif agak lebih berat ya power steering si 307 ini kalo dibanding mobil2 jepang, malah pernah kaget pas bawa jazz temen, kok enteng banget. Tapi buat saya sih ini pas gan, soalnya berasa direct, kerasa feedback beloknya pas banget ama sudut beloknya setir :D

      • Pug 307 stirnya menggunakan EPS (electronic power steering), bukan cuma PS biasa. Jadi ada chip yang mengatur berat/ringan secara otomatis..hal ini agar pengendalian mobil lebih optimal. Kalo PS biasa, cuma pake hidrolis. Beberapa mobil jepang keluaran terbaru sekarang sudah menggunakan EPS (bukan cuma PS). Kalo mau PS enteng, cobalah accord prestige..luar biasa enteng….Pug 307 saya rasanya enteng kok…pake satu jari bisa tuh…

  3. Peugeot 307 Sporty modelnya gak akan pernah out of date alias kuno…(kira2 kayak honda estilo). Gw liat di parkiran, peugeot 307 sporty sebelah sama jazz, swift, yaris….307 tetap paling “menggemaskan”…sayang baru punya 306..hiks..hiks..apalagi yg SW…bikin gak bisa tidur..

    • Iyah, modelnya udah oke banget, ga kalah bahkan dibandingin hatchback-hatchback keluaran terbaru, dan belum tentu hatchback2 tadi itu fiturnya selengkap 307 hehe…

      Wah? gw juga ada 306 di rumah, N3 tapi.. 306 malah rasanya suspensinya lebih empuk lho dari 307 :D

  4. Liburan sekolah kemarin tour de jatim ke lamongan pake 307 sporty…konsumsi bbm tercatat 1:13an (AC non stop, pake premium..hehe..). Sering lari di atas 100 km/jam…mantep dan galak juga kalo pas kenceng..sayang jalanan agak rame.. Jogja-Lamongan (tanjung kodok) 9 jam. Handlingnya mantap..goncangan minim (meski mobil hatchback)..kalo ketemu orang yang “awam”, sering pertanyaan yang muncul….”mobil tahun 2011 ya..?”..Hahaha…ada juga yang bilang mirip X-Over, Nissan Latio…tetapi gw lebih bangga dengan Peugeot. Hampir 1 tahun tak pake,..gak pernah ke bengkel (kecuali ganti oli mesin). Gw pake oli mesin Mobil1..uenak tenan…!!!

    • 307 nya manual apa matic ya? Irit banget pake premium ga di tol sampe segitu. haha.. apa gw yang ga tahan mainin kaki kalo di tol ya makannya paling dapet 1:13-1:14 an pake pertamax… Iya, kalo udah main RPM>3000 mobil ini emang asik, sayang akselerasi di RPM<3000 nya agak ga oke..

      Setuju, faktor paling menyenangkan dari sensasi berkendara di mobil ini emang handlingnya, nikung kecepatan tinggi pun stabil..

      Gw pake total oli nya, dan so far juga ga ada masalah hehe… salam kenal :)

  5. waahhh gara2 baca artikel ini jadi pengen upgrade ke 307 nih… (skrg pake 306), emang gak pernah ada masalah tuh kalau pake premium terus? pernah baca artikel yg bilang kalau sering pake premium bisa bikin catalytic converternya jadi kotor (muncul peringatan antipollutant fault di dashboard) trus lama2 rusak, bener kayak gitu?

    • 306 juga udah cukup enak kok, gw juga pake hehe, diliat dari namanya, pake yang MY2000 ya?… kurang tau juga ya, selama ini pake pertamax pun pernah muncul anti pollutant fault juga, tapi tinggal di reset aja kok, dan pernah juga isi premium beberapa kali, ga masalah juga, asal premiumnya tanpa timbal :D

    • Yang bikin catalytic coverter rusak adalah kandungan timbal dalam premium, bukan karena pake RON88 (premium). Catalytic converter membuat asap yang keluar dari 307 tidak akan menambah polusi karena saat keluar, zat berbahaya sdh dikonversi. Setau saya, sudah lama pertamina tidak menggunakan timbal untuk premium sejak menggalang program Langit Biru. Kalo mau, bisa disetting premium kok…. Mobil keluaran 2005 ke atas biasanya sudah disetting pake pertamax (RON92) atau pertamax plus (RON95), apapun mereknya..cuma konsumen “belum siap” dengan kantongnya..hehe…

      Mobil peugeot 307 memang bukan untuk “balapan” atau tarik2kan…tapi lebih untuk dinikmati…kalau mau tarikan awal galak, pilih 307 RC (gak masuk Indo) atau 206 sporty…tapi, kalo lari di kecepatan tinggi, terasa betul bedanya dengan mobil jepang….cobalah lari di 160 km/h…(kalo punya nyali..hehe..)

  6. Bro, manual book saya hilang ketinggalan di bengkel kata yang punya tangan pertama dulu. Bisa copy punya sampean gak?

  7. very nice article….
    setelah cari sana-sini akhirnya ketemunya disini, karena ada rencana mau meminang peugeot 307 sporty…semoga terwujud

  8. Nice article,
    saya juga pake peugeot 307, dan memang “this is not car, this peugeot”…
    cman sy ada pertanyaan nih, 307 saya, knapa ya kl parkir dan terjemur, pd saat distarter, RPM lgs lari hingga 2000???
    thanks for sharing

  9. Bro…
    saya juga lagi berminat cari Pug, karena lihat harga dan fitur yang ditawarkan.
    tapi pilihan saya masih bingung antara 406 D9, 307 Sporty atau 307 SW.
    tapi karena bujet ga sampe 100jt mungkin 406 D9 atau 307 Sporty lebih masuk akal. Menurut Bro mana yang lebih worth???

    • waduh, baru diliat… udah beli mobil jangan2 ya? :D

      tergantung senengnya gimana bro, kalo pengen yang comfort, jelas 406 D9 pilihannya…
      Saya juga kalo ga inget 406 itu rada lebar dan mesinnya lebih gede dari 307, mungkin milih 406 D9
      Apalagi bagian depannya 406 D9 itu keren banget…
      Tapi pribadi, saya ngerasa 307 lebih fun to drive hehe :D

  10. salam kenal bro.. saya baru ngambil 307 manual sporty thn 2002 juga.. hehe
    masih perlu sedikit perbaikan.. yang utama sih gearboxnya udah kena.. jadi kalo gigi 1 atau 2 kadang ada suara yg sedikit menggangu.. tapi kata montir gpp yg ganggu cuma suaranya aja.. pgn cari yg copotan singapore.. tapi jangka 2-3 thn kedepan.. yg urgent sih kondensor ac nih.. sama yg lama udah diganti dan masalahnya itu kekecilan..jadi kurang dingin.. ada bngkel ac yg nawarin 1,5 jt.. beres.. tapi lupa merk nya apa.. dia bilang asli.. tp saya yakin ga.. krn harga orinya di astra 4.3jt..kondensornya doang :D..
    karna jalanan jakarta agak macet.. FCnya agak boros kalo saya bilang..
    dengan kec rata2 12km/h, jarak tempuh 50km, FC yg tertulis di monitor berkisar 12-13L/100km.. oia sama antipollutionnya fault.. padahal baru 2 mgg lalu direset di tunas peugeot.. eh udah nyala lagi.. pelan2 lg nyari solusinya nih.. oia bensin emang campur2.. kadang pertamax..kadng campuran pertamax + sama premium.. hehehe

    • Salam kenal juga :D

      Coba di atrium senen deh, kemarin saya ganti kompressor di situ dapet lumayan murah hehe…
      Kalo anti pollution fault, emang kadang2 suka gitu sih, sensornya ada yang kotor mungkin, dulu mobil saya gitu, tau2 ilang sendiri tuh ga diapa apain :D

  11. nice article..
    dari dulu sudah pingin upgrade ke 307 dari 206
    pug mmg fun to drive kalo kondisi baik.. (soalnya pernah tanggung “dosa”) dari pemilik sebelumnya ..
    mudah2 an dpt yg ga ada dosanya hehe..

      • wah saya kebetulan PR nya AC, minta komen yang di atrium, include pasang apa tidak, trus di service tidak AC nya soalnya yang saya agak2 bau. kalo ganti kompresornya saja imbas ke komponen lain yang tidak ikut diganti tidak?
        sy dapet list dari bengkel langganan :

        * jasa ganti evap Rp. 500rb
        *part :
        kompresor Rp. 3,9 jt
        evap Rp. 1,25jt
        Drier Rp. 600rb
        expansi Rp. 350rb
        Freon R.134 Rp. 200rb
        total semua Rp. 6,8jt
        klo di senen gimana mas?

  12. bro, salam kenal, sy punya pug 307 thn 2002, kendalanya adalah ngelitik di RPM bawah, kalo dibejek dikit ngelitiknya ilang(pakai pertamax(shell super)). gara2 pertamax naik, sy coba masukkin premium, tapi efekny sih ngelitik agak kurang, temperatur juga agak turun ya.. ini kenapa?
    karena kurang PD lantaran sering pake shell super trus saya oplos dengan premium 1:1, ehhh malah tambah ngelitik jadinya, temperatur naik juga dari biasanya.
    for info biasanya temperatur ga pernah manteng diatas 90, karena langsung turun

    mohon inputan dan sharingny bro, thx

    • wah, kurang tahu bro, mobil saya ga pernah gitu… sebenernya emang di manual book nya 307 itu harus pake yang oktannya di atas 93 kalo ga salah, defaultnya malah harus yang setara pertamax+, tapi saya pake pertamax biasa oke2 aja tuh :)

      • Thanks artikelnya bro
        Akhirnya nemu info yg komplit tentang mobil impian saya dr 10 taun yg lalu (sebelum akhirnya kena “badai” livina n ngambil xr n gl)

        Jadi makin siap meminang 307 sporty matic 2003 yellow sahara..nyam :)

        Problem yg paling sering terjadi apa bro sama mobil ini?

      • Problem? umm.. transmisi matic nya agak ringkih kalo menurut saya hehe, tapi so far sih fine2 aja :D
        masalah lainnya, biasanya kalo sensornya agak kotor, suka muncul warning macem2… seringnya sih besoknya udah ilang warningny :D

    • 307 dilengkapi dengan sensor otomotis. Bila dimasukin premiun, ECU akan meyesuaikan secara otomatis ke ruang bakar. Memang, performance jadi turun saat minum premium, namun ngelitik biasanya terjadi hanya dari posisi berhenti ke posisi mau jalan pada injakan gas pertama, setelah itu sih biasa aja…kalo dikasih pertamax memang sama sekali gak ngelitik (udah tak coba) dan tarikan enteng. Kemarin tak coba pake TPO-1 Complete Fuel System, tam masukin ke tangki. Tak coba lari 150 km/j uenteeeng banget.

      Temperatur peugeot (untuk tahun 2000 ke atas) normalnya adalah 90-95 (temperatur kerja). Di bawah tahun 2000 antara 85-90 (lihat http://www.peugeotindo.com). Kl dingin, ecu akan membaca mesin kurang pasokan bahan bakar, sehingga lebih boros. Bisa saja sensor temperaturnya diganti yang 70 derajat (fan otomatis nyala), tapi itu bukan suhu kerja mesin, BBM pasti boros, tenaga pasti kurang. Gak usah mikir temperatur, yang penting tidak overheat. Hampir semua tipologi mobil eropa adalah begitu. Bhakan blazer adalah 100 derajat. Mobil jepang temperturnya tidak pake angka. COba diukur, paling-paling sama.

      • wah, apa kok temperatur pug 307 saya jarang bgt ya di range 90 – 95, dan rasanya sih emang rada boros. Musti diapain ya itu biar rangenya 90 – 95 (biar lebih irit). Biar agak irit bagaimana ya cara nyupir yang tepat? saya pakai shell super extra/pertamax +

      • dah pernah pake presto-en, tetep ngelitik, bahan bakar shell, pernah pake shell+ beberapa waktu tetep sama aj, jadi stress juga gan, serasa ga puas karena spt boil kurang prima…trims…

  13. nice review bro..
    review diatas kurang lebih sama seperti yg sy rasakan.. feature2 bagus di mobil ini belum tentu bisa didapat di mobil lain yg sekelas dengan harga 100jt-an.. sy udah pake 307 sporty AT 2003 hampir 2 tahun-an, naik kelas dari 206 sporty MT 2003 dan rasanya puas.. mobil ini memang kurang cocok untuk kebut2an, lebih cocok utk cruising (IMHO), akselerasinya smooth banget sampe 0-150kmh+ terasa biasa2 aja di dalam, ga terlalu berisik angin atau ban.. bensin selama ini lebih sering pakai shell super extra, walau kadang2 shell super dengan kompensasi di rpm bawah terasa lebih “lemot”..
    kekurangannya mobil ini susah cari velg yg sesuai, pingin pasang 17″ tp susah cari velg lobang baut ukuran 4×108 :P

      • salam kenal PUG LOVERS,.
        sy pake 206 hampir 2thn trus naik ke 307 wah rasansanya lain nyaman dan mantab, sebenarnya sama2 nyaman,klo untuk jalan tanjakan 206 lbh enak handlingnya dan tenaganya hehehehe
        salam puglovers

      • salam kenal PUG LOVERS,.
        sy pake 206 hampir 2thn trus naik ke 307 wah rasansanya lain nyaman dan mantab, sebenarnya sama2 nyaman,klo untuk jalan tanjakan 206 lbh enak handlingnya dan tenaganya hehehehe
        salam puglovers

  14. Soal temperatur mesin PUG 307 nyatu dengan AC. Dalam kondisi baik tekanan freon yang diperlukan 250 bila kondisi kurang baik bisa naik hingga memerlukan tekanan freon 275. Bagusnya waktu ngisi freon agak sabar sedikit disesuaikan dengan “jetekan” AC. Jadi pendinginan mesin bisa berjalan. Kalau kelebihan tekanan freon juga bisa beku. Kalau kurang tekanan freon jadinya kurang dingin dan suhu mesin bisa terlalu panas karena high speed fannya ga bekerja.
    Untuk seri 307 pertama yang trouble ada di COM 2000 (compact saklar sen, wiper dan lampu) jadi lampu suka mati sendiri, disenggol aja biasanya nyala lagi. Terus kalo pasang sen kanan begitu balik lurus langsung nyala sen kiri.
    Kalau yang suka CO2 Fault atau ndut2an coba cek soket Throtle. Penyakitnya di soket itu kalo dibaca pakai PPS dibilang throtle error. Rajin2 aja bersihin soketnya.

  15. halo salam kenal, saya pake 307 sporty baru 5 bulan, sangat nyaman untuk mobil dengan range harga 90-100jtan… cuman akhir2 ini bermasalah di catalic converternya yg bikin mobil gak ada tenaga karena saya coba isi pake bensin, trus transmisi maticnya bermasalah kadang “centok2″ gitu… apa temen2 punya pengalaman seperti itu? mohon pencerahannya… trims..

  16. 307 saya juga biasanya kisaran 85 kebawah saja, @mas bram pas bejekan pertama memang ngelitik (sudah pake shell biasa) tapi ngelitik ga ilang, kalo mas punya bisa ilang ya..? harus gmn ya, ada tips???thx

  17. saya juga baru cari 307 , tp mash agak ragu karena sensor yang cukup sensitif dan MID yang lumayan bawel ( sedikit2muncul msg ) apakah ada yang punya pengalaman menggunakan yang diesel?…saya penggguna 306 saat ini.

    • Tos dulu mas, saya juga pake 306 N3 selain 307 ini hehe.. Enggak segitu rewelnya kok, kalo lagi rewel biasanya emang ada yang ga bener berarti hehe..
      Saya pake yang bensin kebetulan..

  18. Info yang menarik ne brad…*four thumbs
    btw 307 sporty ane sering ngunci di gigi 3 “Automatic Gear Fault”
    dan musti matiin mesin/electrical buat ngenormalinnya…
    kalo pas ngunci gak bisa naek/turun gigi…triptonic pun gak berfungsi..suara dengung di presnelingnya..
    Dan saat RPM agak tinggi mengeluarkan
    ada yg ngalamin hal yg sama?

  19. Saya baru aja beli mobil bekas peugeot 307 tahun 2002 manual punya bos, itu mobil dari sebarunya sampai ke saya jadi dah kenal betul dgn tuh mobil maklm bos sendiri..sih, tangan pertama mobil jarang di pake kilometer 78.000. Bos lepas harga 73 juta ke saya, karena saya stafnya, Alhamdululilah ada artikel ini jadi saya sangat tertolong. Salah hormat untuk yg ada di blog ini. trimakasih atas info yg bermanfaat semoga dapat fahala. amin

    • Alhamdulillah kalo artikelnya membantu mas, alhamdulillah juga ya, rezeki mas bagus sekali itu, dapat mobil km rendah dengan harga luar biasa murah, selamat menikmati 307 nya mas :D

  20. Mau nanya niy……. om bram bilang kalo ada sensor otomatis utk oktana, so lgs menyesuaikan (gak perlu di set) kalo di isi RON 88. Trus mas antok bilang harus di set dulu kalo mo pake premium. Gemana tu? Mas adi dan yg dah jago jago kasih pencerahan dong….tengkiu bgt…Oiya tanya ke mas antok, kalo di set itu timing percikan dimajukan apa di mundurkan? mengingat RON 88 kan berarti ada 12% yang bukan oktana, dan itu sudah mulai terbakar ketika tekanan mulai naik (seher blom nyampe TMA) walaupun blom ada percikan. Tengkiu atas pencerahan-nya.

  21. Tanya : Gimana cara setup Peugeot 307 1.6. TM tahun 2002. katanya mobil bisa blank di layar navigatornya kalau Accu di lepas secara mendadak dan harus di setup ulang…!!! nah..gimana caranya mengSETUPnya dan lagi biaya setupnya mahal katanya. ini cuma untuk jaga2 aja kalu kejadian dan nggak usah ke bengkel..biar hemat gitu.Apa betul begitu mobil 307 ini. trims

    • Benar mas Gagah, cara melepas aki yang benar untuk mobil peugeot ber-immo seperti 307 harus menunggu BSI (Boitier de Servitude Intelligent = Intelligent Control Unit) idle selama 3 menit, dengan cara tanpa mengaktifkan perangkat kelistrikan apapun termasuk lampu. Bila belum 3 menit kemudian aki dilepas, maka immobilizer systemnya akan ter-lock. Untuk meng-unlocknya harus ke bengkel (tidak harus resmi) yang memiliki PPS (Peugeot Planet System) dengan menginput security code yg menyertai unit mobilnya, bentuknya seperti kartu atm dan ada codenya yg tertutup material esek2 seperti nomor undian minuman ale-ale hehe. Harusnya saat beli mobil disertakan kartu ini. semoga membantu :)

      Untuk mas Adi owner website ini, salam kenal sesama domisili bogor. Gak coba gabung dengan rekan2 bogor sesama pecinta peugeot? Bogor Peugeot Family (BPF) – pugbogor@yahoogroups.com :)

      salam,
      *mantan pengguna sw yg pengen nyoba sporty*

  22. mohon pencerahan niy….mas bram bilang kalo ada sensor bensin shg otomatis menyesuaikan kalo diisi premium. Tp mas antok bilang harus di set dulu kalo mau di isi premium. Gemana dong…tengkiu

  23. mohon pencerahan niy….mas bram bilang kalo ada sensor bensin shg otomatis menyesuaikan kalo diisi premium. Tp mas antok bilang harus di set dulu kalo mau di isi premium. Gemana dong…tengkiu

  24. Halo semua..ijinkan saya berbagi pengalaman..pertama tentang “isi premium”..semua mobil di atas tahun 2000 umumnya pake (minimal) ron92 karena memiliki kompresi yang tinggi..untuk 307, dapat saja diisi premium. Bila ngelitik, ada kemungkinan carbon di ruang bakar sudah banyak, sehingga perlu dibersihkan dengan cairan (saya pernah pake 3M, atau serahkan bengkel saja)..insya allah ngelitik sama sekali hilang..selama ini saya pake premium dan gak pernah ngelitij kok….setau saya, tidak ada setelah TMA di pug 307..jadi tidak bisa disetel timing seperti mobil yang “biasa”..Pug akan menyesuaikan secara otomatis bahan bakar yang masuk dengan control ECU..ada jg yang menyatakan perlu disetting (saya belum pernah tau)..untuk masalaha ‘lepas aki”, saya berkali-kali lepas aki sendiri, tiadk pernah ECU nya lock. Yang penting, sebelum aki dilepas, pastikan tidak ada sensor/listrik yang nyala (misal: lampu indikator power window, indikator trip control)..pug 307 sudah pake teknologi immobilizer (anti theft system). Semua mobil yang pake teknologi itu (biasanya mobil2 baru) PASTI tidak boleh lepas aki sembarangan (bukan cuma pug 307 saja)..makanya pug 307 gak bisa dimaling ake kunci biasa. Saya pernah bikin anak kunci untuk 307, hanya bisa buka pintu dan tutup bensin, tapi gak bisa buat starter (sudah tak coba)..mohon maaf kalo ada yang salah ya….

  25. Ijin ikutan nulis ya..
    #User Peugeot 307Sporty Manual 2002.
    Pake 6bulanan, so far ga ada masalah. Pemanasan mobil ini pas gw beli (2nd) adl trip ke Jawa Timur lebaran ini. JKT-Jatim Malam ketemu malam nyaris non-stop kecuali istirahat makan, sholat, mck, dll. Kondisi jalan macet mixed superduper macet dan normal. Total trip 21 jam. Kondisi mobil saat itu:
    1. Temperatur malam dibawah 90. Siang 90-95. AC non stop! karena kalo AC dimatiiin temp mesin malah panas karena extra fan tidak bekerja. Ga ada gejala OH.
    2. FC Lancar: 1 : 13-14KM. Kombinasi 1: 9-10 Premium aja.. hehe. Pas di jalanan dng kontur pegunungan lupa pantau FC-nya. Padahal lewat Magetan-Sarangan-Karang anyar. Yg belum tau jalan ini, adl shortcut Jatim-Jateng lewat lereng gunung Lawu-Cemoro Sewu dll.
    3. Suspensi kalo dibawa keluar kota (kondisi jln average) rasanya seakan makin tambah keras. Ati2 dengan lobang di jalanan pantura, yg lobangnya bisa muat ban truck hehe. So far nyaman

    Itu ringkasan kondisinya pas trip jauh-lebaran. Happy ending kok, ga ada problem.

    Pengalaman lain:
    1. Dari pertama beli gw kasih minum Premium. Tega, Tega deh! Prinsip saya, kalo mau dimanjain ya yg ++ sekalian. Kalo ga ya sudah, sekalian aja Premium. So far ga masalah. Antisipasi: setting dulu ke Premium, jangan pernah isi tangki mepet krna kerja fuel pump akan terpengaruh, apalagi pas banyak lewat goncangan agak extrim. Gejala/efek pake Premium: Ga bisa lsg bejek, karena di putaran rendah pasti knocking/gelitik yg disebabkan kompresi. Putaran tinggi ga ngefek. Harus rajin bersihin ruang bakar misal engine conditioner, bersihin busi+filter. ini bisa DIY. Efek jangka panjang: mesti bersihin kerak di ruang bakar. Ini sih berlaku disemua mesin. Tapi Premium biasanya meninggalkan residu kerak yg relative lebih banyak.
    2. Yang Triptonic, rasanya memang ga bisa langsung convert ke Premium. Minimal memang mesti kena Pertamax (Oct 92). Karena akan berpengaruh ke sisterm transmisinya. Istilah bengkelnya “ga ngangkat”. Tapi ini harus dikonsultasikan ke BERES atau bengkel khusus Pug. –karena gw pake Manual, jd ga bisa memastikan kebenarannya–
    3. Menurut sy, isi BBM sebaiknya konsisten. Misalnya sekali Pertamax ya lanjut. Minum ++ ya cari terus ++. Premium, ya udah sekalian aja (asal berani tanggung bbrp efek ada diatas). Apalagi campur-campur dengan perbandingan brp pun sy hindari, kecuali terpaksa. Misal trip keluarkota dll karena ketersediaan BBM jenis tertentu.
    Bensin yg sering gonta-ganti atau mixed akan berpengaruh ke ECU dalam hal ini pengaturan kompresi ruang bakar, CO2 mixing dll yg ribet itu. Sama info FC di MID akan tidak actual. Gampangnya doi, si ECU bingung nehh sob. CMIIW.
    Pengalaman mixing BBM ini pernah sy alami di MB E320 NE. Kasusnya ya seperti diatas.

    Suka:
    Banyak, sudah pada diullas diatas.

    Tidak Suka:
    Suspensi keras (wajar sih wong type Sporty), tp mau coba di-adjust deh. Rain Sensor wiper, suka berlebihan responnya..hahaha. Kaca spion yg kecil.

    Sori ya, panjang juga nehh tulisan. Niatnya adalah menambahin info2 sebelumnya dari versi user (dan kebetulan sy jarang pake Jap cars), jadi ini mrpkn pengalaman dr bbrp tipikal Eur Cars yng tentunya aspek yg berhubungan dng Pug 307 ini. Biar calon user lebih terbantu lagi dengan makin bnyk inpoh. Istilah lain, bisa terhindar dari ‘dosa’ warisan. Wah ini yg paling saya takutkan! Mnrt sy ga perlu takut mau pake/beli Eur cars or Jap cars. Intinya adl teliti baik-baik sebelum membeli, test drive, mesti tau historinya dll-dll.
    Eh sori, nambahin lagi yg penting malah lupa. Untuk beli Pug 307 ini pastikan:
    1. Dapat Security Code (seperti ATM Card dengan angka kode). Ini penting sekali sob. Bisa dicek fungsi detilnya di bengkel yg ngerti. Kalo sy ga akan beli tuh mbl tanpa ada Security Card ini.
    2. Usahakan dapat Spare Key.
    3. Histori service tentunya. Jng terkecoh dng Very Low KM tanpa ada bukti dari service record. KM (jarak tempuh) bisa saja pernah blank/reset otomatis yg disebabkan oleh ganti busi/pemakaian busi tanpa resonansi. –mbl yg begini pernah sy temui pas hunting 307 S.. hehe. untung berbekal sedikit inpoh, jd bisa terhindar– Di bengkel khusus Pug, TIDAK akan berani ganti busi sembarangan. Pasti yg pake resonansi, emg agak mahal 1 set -4busi- kena 400rban. Aman. Ada sih subtitusinya, cmn 30-40rban each, tapi rela nge-blank!?
    Jadi 3 hal diatas mnrt sy adl penting sekali untuk diketahui dan dicek.

    Bro Adi, thanks ya gw bisa nulis disini. Bukan bermaksud ‘adu pengetahuan’ hehe. Sekedar pengalaman dari poor user aja.

    All, salam kenal dan happy hunting Pug yah…

  26. Peugeot 307 1.6. TM tahun 2002. dilayar informasi keluar tulisan “economy mode active”, mobil nggak bisa di star, apa yang harus saya lakukan….??? tolong saya ya…Terima Kaish

    • Saya pernah ngalamin gan, katanya itu immobilizernya terkunci, mesti di bawa ke bengkel peugeot. Di unlock pake kode pinnya mobil agan.

    • Sy ngalamin 2X beda kasus utk alert “economy mode active”. yg pertama saat accu gak bisa full ke-charge krn dah rusak, so musti ganti acc baru. yg kedua pas ada masalah engine, distater beberapa kali gak bisa nyala mesinnya. Alert muncul setelah berulang-ulang distater, setahu sy itu sebenernya itu bentuk pengamanan konsumsi accu agar penggunaan listrik accu diprioritaskan pada keperluan starter engine dan konsumsi listrik lainnya seperti power window, lampu dan beberapa item kelistrikan lainnya dimatikan otomatis… *ini salah satu sensor otomatis dari PUG 307 yg menurut sy oke banget.

  27. Mas, mnrk & membantu sekali infonya. cuman sy brminat utk memelihara 306 yg th 2000-an. renc mau cari d bogor? mhn bantuannya yaa… soalnya saya sangat awam sekali dg mbl. kira2 kekurangan&klbhn nya, kisarsn hrga skrg, dan dmn d bogor tmpt belinya/jk ada saudara/teman mas yg mau jual 306. Dan mhn bengkel yg baik utk merawatnya nanti.
    Mhn dpt di balas di email saya: andi.rpw@gmail.com
    Oiya, sy tinggal di gunungbatu. Termksh sblmnya.
    salam….

  28. Salam
    Artikel yg menarik Gan, sy baru pake 307 second sekitar 3 bulan. Waktu baru pakai seminggu sering tiba-tiba rpm gak bergerak walau gas diinjak, mesin hrs dimatikan dulu baru ketika dinyalain lg normal. Mohon pencerahannya gan:
    1. Kira2 yg sy sebutin di atas itu kenapa ya?
    2. Sebulan belakangan lampu sen kiri gak mau nyala, malah suka ngaco suka nyala lampu headlamp ketika sen kanan dinyalain, ini kenapa juga ya?
    3. Pernah ecunya nge lock ketika di unlock eh odo nya loncat dari 92ribu-an ke 149ribu sampe sekarang. Emang bisa ya begitu? Cara ngembaliinnya gimana?

    • Sob, cb bantu mengarahkan ya: unt No. 1 gw ga ada clue.
      Pengen tau, Pug-nya beli dr user ya Sob? Item No. 2&3 apakah terjadi setelah kejadian rpm ga jalan itu atau gejalanya udh dirasa pas test drive sblmnya?
      Coba di-reset di beres/specialis Pug yg punya PPS.
      Keungkinan ke-2 adl terjadi konslet kabel/sistem di COM 2000/electrical di sekitaran kemudi. Hal ini bisa dideteksi dengan komputer. Kalo benar ada yg konslet, ini bisa dibenerin kok.
      Gw pernah ngalamin error pd sensor airbag, kontrol audio dll, yg disebakan COM 2000 ini.
      Semoga ngebantu

    • no1: Sy pernah ngalamin RPM gak stabil, setelah 2 hari gitu trus malah stag di 15000-20000an. Ternyata Trotlenya dah rusak. Trotle 307 itu full electric jadi kata bengkel kalo dah rusak gak bisa/susah dibenerinnya. saat itu cari di bengkel resmi ditawarin harga 3.6jeti, iseng cari info ketemen komunitas dikasih info bengkel yg jual trotle cuma 1.2jt. bingung juga soalnya beda jauh, bisa jadi KW, tapi ditanyain ke bengkel katanya kalo trotle semua ori, gak ada yg KW, ya akhirnya tetep dibeli deh lha kalo nunggu 3.6jt musti nabung dulu deh. Setelah trotle diganti (pasang sendiri aja bisa, cuma 3 baut). Besoknya ke bengkel minta di cek-in pake komputer dan beberapa fitur direset. Kalo bisa jgn ke bengkel resmi, ongkos gitu aja bisa kena 150rb pdhl cuma chk doang, di bengkel langganan kadang bisa gratisan… hehehe.
      no2/3: sarannya mas Putu bagus tuh :)

  29. Mas, kalo boleh tanya, untuk 307 sporty thn 2002 apa benar spionnya bisa terlipat kedalam otomatis? kebetulan saya adan rencana mau ambil 307 tapi kok salesnya bilang ga bisa lipet otomatis, apa saya di bohongin nih mas?

  30. Salam kenal para pecinta peugeot.

    lagi nyari kompresi 307, tapi ga dibahas….

    btw, soal bensin, apakah pernah tau Norival? mungkin bisa jadi solusi campuran premium untuk diisikan di mesin berkompresi tinggi.

    terima kasih :)

  31. kawan2 yg pake peugeot 307 a/t sporty, triptonicnya sampe gigi 5 atau 6 ? biasanya sih mobil triptonic sampe 6, bagaimana dengan peugeot 307 sporty ?

  32. Barangkali Mas Adi Sujarwadi berminat ? :)

    Saya mau menjual :

    PEUGEOT 307 – Station Wagon – Diesel (Thn 2003)

    Transmisi : Manual (M/T)
    Warna : Hijau Metalik

    Harga Special dah ~> 137,5 juta (Nego)

    – Mesin HDi Turbo Diesel (super irit!).
    – Interior super mewah.
    – Panoramic sunroof.
    – Cooler box (‘kulkas” mini).
    – 8 points airbags.
    – Fuel sensor.
    – Lampu di plafon semua nyala.
    – Kursi : 7 – 3 baris (hadap depan).

    ~> Service selalu di Bengkel Resmi Peugeot.
    ~> Posisi mobil di Semarang.
    ~> Mobil siap pakai, dijamin tanpa PR!

    Telp : (024) 7046 8688 – Budi

  33. Wah keren artikel dan bahasan nya soal Peugeot, saya tertarik nih 307 SW 2004 jadi baca2 disini bermanfaat banget :D

    Oh iya saya mau tanya soal umur transmisi matic 307 SW 2004 punya jangka waktu berapa lama yah ?? *saya jadi kwatir soal transmisi matic karena pengalaman pernah ganti transmisi mobil matic galant :hadooohh:

    Apakah transmisi 307 SW terkenal mulus dan badak dengan catatan misalkan saya jadi beli bekas 2004 di waktu sekarang 2013 (9 tahun) ?? Mohon infonya para lioners :D

  34. Sangat membantu gan…. saya gabung pecinta peugeot per hari ini…
    Saya mau tanya.. klo ac nyala ngaruh ga dengan temperatur mesin? Trus klo temp 90 sd 95 drjat itu termasuk normal.. koq malah aneh ya… klo ac dinyalakan malah temp nya 90 kebawah… oh iya peugeot saya type 307 manual… mohin infonya temen

    • Kalo AC dinyalain, kalo ga salah fan gede nya muternya lebih kenceng, jadi mobil lebih dingin… normal kok segitu, mobil saya juga kalo ga pake ac temp nya sekitar 95 an :D

  35. Ane baru 2 minggu pake Peugeot 307 1.6. MT tahun 2002, sebelumnya ane pake 406 D8 dan 306 N5, emang 307 ini enak banget, tp ane lg nemu masalah dengang 307 ane, pada MID nya muncul ABS Fault, Braking Fault dan indikator STOP menyala, indikator Handbreak menyala, Indikator ABS Menyala. barangkali dari rekan2 smua ada yang punya solusi, mohon pencerahannya

  36. Makasih artikelnya sangat membantu,
    Salam kenal,
    Saya jdi tertarik nih sama peugeot 307,hehe
    Mau tanya dong, kalo mau beli mobil second apa aja sih yg perlu di perhatiin?
    Secara saya masih buta banget soal mobil dan langsung tertarik ingin membeli mobil ini hehe :)

    • maaf baru sempet bales2in komen… kalo buat peugeot, enaknya janjian ama yang punyanya biar di cek langsung di bengkel resmi, dari situ bisa keluar report nya gimana kondisinya, dan estimasi biaya perbaikan :)

  37. Wah ini artilkel dari saya baca 2012 sampai hari ini masih aja ada yang reply ya. hehe… soalnya mang jarang dibahas mobil macam gini. Tadinya saya juga pengen 307 tapi karena butuh bagasi gede akhirnya ambil yang 406.

      • Ya sejauh ini sangat Puas sama performa dan kenyamanannya. terbukti saya bawa jalan sampe 200kpj aja, istri saya tidur ga bangun (Saya jalan segitu waktu di tol jam 2 malam, jadi jangan ditiru kalo siang hari, ga save hehe).

  38. Salam kenal mas ADi dan semua, ikut nimbrung yah, saya miara 307 SW Hdi warna ijo, baru 2 tahun jalan ke 3 tahun, syukur si ijo saya normal-normal aja, minumnya biosolar dicampur adictive power diesel. perawatan rutin 6 bulan sekali ganti oli sama filter oli, setahun sekali ganti filter solar. Jajan yang lainnya, pernah ganti magnet ac, ganti timing belt, ganti barlink, selebihnya beli aksesoris sama audio hehehe.
    Sebelumnya saya pake 406 D8, soal empug nya emang masih empug 406, tapi 307 SW ini fiturnya lebih banyak dan yang bikin ga bisa kelain hati tuh panoramic nya, bokong seksinya, pokoke cinta mati dech.

  39. Yang bikin 307 kurang responsif terutama karena automatic transmission dan drive by wire. Dimana pedal gas tidak dihubungkan menggunakan wire ke trhotle tapi melalui perangkat elektronik yg di kontrol komputer dimana ada system traction control yg mengatur besar torsi(torque) sehingga tidak nyentak dan menghindari slip. Karena memang didesain untuk nyaman. Kalo mo responsif pake yg manual aja. karena 110 HP dgn bobo 1,2 ton mestinya ga lemot2 amat. CMIW

  40. Dear All,

    Ada yang tahukah apa penyebab keluar alarm Engine Coolant Temperature too High. Saat itu temperatur engine ada di 85 – 90 C, lalu tiba2 keluar alarm dan jarum temperatur langsung bergerak ke overheat. Saya matikan mesin, pegang kap mesin (tidak terlalu panas biasa2 saja), saya biarkan 10 menit lalu hidupkan mesin alarmnya tidak pernah muncul lagi. Jadi was was nih pakai mobilnya :)

    • Bisa jd thermostat yg salah kasih indikasi ato bsi ad problem. Kl ada indikasi panas, mg sebaiknya matikan mesin trs tggu 5-10 menit br cek air radiator. Untuk peugeot thn 2000 keatas biasanya kl mesin overheat kipas radiator msh terus nyala biarpun mesin mati, kunci dicabut dan pintu mobil dikunci. Jd pastiin kondisi aki baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s