Rezeki…?

26 01 2012

Semua dimulai dari sesi chatting sore tidak beraturan yang secara tiba-tiba berubah menjadi percakapan serius dengan topik sedekah, setelah membicarakan beberapa hal, si teman mendadak menuliskan hal berikut:

 

“Mungkin karena konteks rezeki lo harta?”

 

Deg! Dan sayapun tersentak. Ya benar, selama ini hal pertama yang terbersit di kepala saya saat mendengar kata rezeki adalah hal-hal yang berkaitan dengan uang. Mungkin pola pikir inilah yang terkadang membuat saya mempertanyakan tentang keadilan rezeki kepada yang Mahakuasa. Padahal, jika direnungkan lebih dalam, begitu banyak hal-hal di luar uang yang telah dianugrahkan kepada diri saya sepanjang hidup.

Selama saya hidup, saya selalu berada dalam lingkungan yang berkecukupan. Tidak berlebih memang, tapi tidak pernah kekurangan juga. Segala kebutuhan mendasar dan beberapa kebutuhan ekstra saya selalu dapat terpenuhi. Namun, adalah sifat dasar manusia yang selalu merasa tidak pernah puas yang membuat saya seringkali merasa tidak berkecukupan. Sebenarnya rasa tidak pernah puas itu bagus, apabila konteksnya adalah tidak pernah puas dalam mencari ilmu pengetahuan, maupun tidak pernah puas dalam beribadah. Namun yang saya rasakan disini adalah rasa tidak pernah puas yang negatif, tidak pernah puas akan harta. Ambil contoh, ketika kecil, keluarga saya tidak memiliki kendaraan bermotor, saat itu saya merasa akan gembira sekali apabila keluarga saya memiliki mobil. Setelah keluarga saya memiliki sebuah mobil, pikiran berubah, alih-alih bersyukur sekarang saya menginginkan mobil yang lebih bagus, dan begitu seterusnya.

Ya, manusia memang sulit merasa terpuaskan, makannya menurut ayah saya mau berapapun besarnya penghasilan seseorang, tidak akan pernah cukup kalau dirinya tidak pernah mau merasa tercukupi. Dari sini saya berfikir, bahwa kunci kebahagiaan manusia ialah kemampuan dirinya untuk bersyukur. Dengan bersyukur, manusia akan dapat merasa tercukupi meskipun tanpa memiliki banyak harta. Dan untuk bersyukur, terkadang terlebih dahulu kita harus dapat melihat hal-hal yang kita miliki, yang seringkali kita abaikan, namun terkadang hanya menjadi impian bagi orang lain.

Banyak nikmat yang saya miliki yang selama ini tidak terasa sebagai kenikmatan, namun jika direnungkan, hal-hal ini adalah kenikmatan yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Saya memiliki orang tua yang luar biasa, keluarga yang harmonis, kesehatan (yang mungkin baru terasa sebagai nikmat dikala kita sedang sakit) dan mampu makan tiga kali sehari. Itu hanya sebagian rezeki yang dapat saya sebutkan di sini, dan memang kita tidak akan mampu menuliskan seluruh nikmat yang diberikan kepada kita oleh Tuhan bukan? :)

Mengenai uang, yang mungkin bukan hanya saya saja yang terkadang merasa hal ini menjadi akar dari kebahagiaan. Tuhan yang Mahakaya punya kebijaksanaan-Nya tersendiri terhadap ciptaannya, mungkin apabila saya diberi harta yang berlebih dengan kondisi keimanan hamba-Nya yang belum kuat justru akan menjadikannya orang yang kufur terhadap nikmat dan malah bermalas-malasan beribadah. Mungkin dengan ditahannya rezeki berupa harta oleh Tuhan ini karena Tuhan sayang, dan ingin hamba-Nya lebih mendekatkan diri pada-Nya sebelum Dia memberi limpahan kekayaan pada hamba tersebut. Tuhan Mahatahu, tahu kapan saat yang tepat untuk memberikan limpahan nikmat dan rezeki pada hamba-Nya. Dan bukankah Tuhan juga Mahabaik? Tidak mungkin Tuhan menyuruh hamba-Nya untuk membahagiakan orang tua, menikah, dan bersedekah tanpa memberikan harta yang cukup bagi hamba-Nya.

Mungkin chatting sore yang sepintas tidak penting tadi adalah cara Tuhan menegur saya, membuat saya merenung dan mensyukuri hal-hal yang selama ini tidak saya syukuri. Bahwa sesungguhnya telah banyak rezeki yang diberikan kepada saya, dan betapa tidak bersyukurnya saya apabila hanya mengukur rezeki dari harta semata. Bukankah Tuhan telah berjanji bahwa jika kita bersyukur, malah justru nikmat kita akan ditambah?

Asumsi saya, anda yang membaca tulisan ini berarti memiliki akses terhadap komputer, entah itu komputer desktop, laptop, tablet, atau bahkan handphone. Bahkan sayapun menulis postingan ini lewat laptop yang terhubung dengan wireless internet di rumah. Coba deh dipikir, berapa orang yang ga diberikan rezeki untuk menikmati laptop, internet, dan bahkan waktu senggang untuk sekedar menulis maupun membaca blog? Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? :)

Note: Tulisan ini ditulis oleh seseorang yang ga memiliki pengetahuan mendalam terhadap ilmu agama, mohon koreksinya jika sekiranya ada yang menyimpang :D





Peugeot 307 Sporty – Sebuah Ulasan

8 01 2012

Peringatan : Ulasan ini ditulis oleh saya, orang awam yang pengetahuannya tidak begitu mendalam mengenai dunia otomotif, hasil ulasan hanya merupakan apa yang dirasakan sehari-hari dan tidak mengandung unsur objektifitas

Sudah 2 tahun sejak orang tua saya membelikan saya sebuah mobil Peugeot 307 Sporty warna biru. Mengapa saat itu saya memilih Peugeot 307? Alasannya simpel, kendaraan saya sebelumnya adalah Peugeot 306, dan saya merasakan kendaraan ini sangat nyaman digunakan, sehingga saat ditawarkan untuk mengganti mobil dengan mobil lain ber-budget 100 juta-an, tentu saja hal yang pertama terlintas di kepala saya adalah adik 306, yaitu 307. Ya, dengan budget “hanya” sekitar 100 juta-an, anda dapat membeli mobil yang pernah menjadi European Car of The Year pada tahun 2001 ini, dalam kondisi bekas tentu saja. Cukup terjangkau bukan? Relatif juga ya terjangkau itu, maksud saya, untuk harga kisaran 100 juta-an itu, mobil ini menawarkan begitu banyak fasilitas dan kenyamanan. Baiklah, saya akan memulai ulasan saya dari beberapa sisi.

  • Kenyamanan

Begitu masuk ke dalam mobil ini, sudah terasa kabin yang nyaman, suasana senyap, Kursi empuk yang dilengkapi dengan sandaran tangan siap menopang tubuh anda. Mobil ini sudah dilengkapi dengan penyejuk udara yang dapat di set pada mode otomatis, dimana mobil akan menyesuaikan hembusan angin dan tingkat kesejukan berdasarkan suhu yang telah ditetapkan sebelumnya. Jadi, misal kita menginginkan suhu kabin agar 21 derajat, saat udara panas maka kipas akan berputar lebih kencang, sebaliknya saat udara dingin, maka kipas akan berputar lebih pelan.

Peredaman suara pada mobil ini dapat saya katakan sangat baik, suara dari luar tidak begitu terdengar, bahkan suara mesin masih terdengar halus saat kendaraan dipacu 140 km/jam di jalan bebas hambatan.

Soal suspensi, saya sendiri merasa untuk ukuran mobil eropa suspensi mobil ini agak keras, masih cukup nyaman memang untuk menghadapi jalanan berlubang, namun kenyamanan bantingan saya rasakan masih dibawah Peugeot 406 atau bahkan 306.

Untuk urusan hiburan, standarnya mobil ini dilengkapi dengan head unit single din yang dapat memutar CD dan radio. Karena terbilang sudah cukup berumur, tentu saja head unit ini tidak dapat memutar mp3 dan juga tidak memiliki colokan USB untuk mencolok flashdisk maupun pemutar musik mp3. Head unit ini dapat dikendalikan dari pengendali yang letaknya dekat lingkar kemudi, sehingga tidak perlu melepaskan tangan dari lingkar kemudi saat ingin memindahkan saluran radio ataupun merubah volume suara.

  • Pengendaraan

Sebenarnya ada banyak varian mesin pada Peugeot 307, namun mobil saya menggunakan mesin bensin 1600 cc yang disandingkan dengan transmisi otomatis 4 percepatan dengan mode tiptronic. Jika anda penggemar kendaraan bertenaga besar, maka mungkin kendaraan ini bukan untuk anda, saya merasakan pada putaran mesin bawah, kendaraan ini agak kurang bertenaga, namun keadaan membaik saat putaran mesin menyentuh angka >3000 rpm. Teknologi mesin yang digunakan belum secanggih mobil-mobil masa kini, sehingga konsumsi bahan bakarnya pun tergolong tidak terlalu irit. Untuk pemakaian normal dalam kota, mobil ini mencetak angka sekitar 8-9 km/l, sedangkan untuk rute luar kota, apabila dibawa dengan konstan dan halus, mobil ini mampu meraih angka 15-16 km/l, cukup lumayan untuk mobil produksi tahun 2002. Bahan bakar yang digunakan? Buku manual menyarankan mobil ini diberi bahan bakar ber oktan > 93, dimana syarat itu hanya dapat dipenuhi oleh bahan bakar Pertamax+ dan yang sejenisnya (beroktan 95). Namun demikian, saya sudah pernah mencoba mobil ini dengan menggunakan premium, maupun pertamax biasa, dan mobil ini terbukti mampu berjalan tanpa masalah sama sekali saat menggunakan bahan bakar ber oktan < 93, namun tetap, saya menyarankan agar bahan bakar yang digunakan minimal pertamax 92, agar kinerja kendaraan tetap optimal.

Hal yang paling tidak saya sukai dari mobil ini adalah transmisinya, gearbox AL4 saya rasakan kurang responsif, bahkan saat menggunakan mode tiptronic sekalipun, dimana pengemudi dapat memindahkan gigi secara manual. Ada jeda yang cukup terasa saat menggerakkan tuas transmissi hingga gigi berpindah, cukup mengganggu saat ingin memacu kendaraan. Perpindahan gigi 1 ke 2 agak kurang mulus, namun sisanya berjalan dengan sangat mulus. Transmisi kendaraan ini juga dilengkapi mode snow dan sport yang mana akan merubah karakter perpindahan gigi kendaraan saat salah satu tombol tersebut ditekan.

Adapun hal yang paling saya suka dari mobil ini adalah handling-nya. Pergerakan mobil sangat responsif mengikuti putaran roda kemudi, dan karena suspensinya rigid, maka mobil sangat stabil saat digunakan untuk menikung dalam kecepatan tinggi. Mobil ini juga terasa lincah saat melibas jalan penuh kelokan, ataupun saat ingin berkendara secara zig zag pada kecepatan tinggi, tidak terasa ada gejala limbung pada mobil ini. Oh ya, mobil ini sudah dilengkapi Electronic Power Steering, sehingga roda kemudi akan terasa ringan pada kecepatan rendah, dan akan terasa lebih berat pada kecepatan tinggi, menarik bukan?

  • Fitur Keamanan

Apa yang anda harapkan dari keamanan kendaraan eropa? Mobil ini menyediakan berbagai macam fasilitas yang mampu membuat anda merasa aman di dalamnya. Mulai dari rem, yang dilengkapi dengan ABS, EBD, plus Brake Assist, 6 buah airbag, dan rancangan ruang mesin yang (katanya) kalau kendaraan menabrak sesuatu mesin akan langsung jatuh sehingga mencegah penumpang terjepit di kendaraan (entah ya, saya belum dan tidak berminat untuk mencoba fitur yang satu ini :p)

Oh ya, mobil ini juga dilengkapi dengan immobiliser, jadi meskipun mobil ini termasuk jarang diincar pencuri, anda bisa lebih tenang saat meninggalkan kendaraan ini di pinggir jalan. Fitur keamanan lainnya juga, katanya sih, kalau spion mobil ini dicuri orang, ketika spion itu dipasang di kendaraan lain tidak akan bekerja, namun entah, saya lebih berharap spion mobil saya tidak pernah dicuri

  • Fitur Lain

Hal yang paling menarik dibicarakan pada saat membahas Peugeot 307 adalah fitur lain yang dimiliki kendaraan ini, mari kita lihat

1. Glovebox yang dilengkapi dengan penyejuk udara, sehingga jika menyimpan minuman di dalamnya, maka setelah beberapa waktu minuman tersebut akan menjadi minuman dingin.

2. Spion yang akan melipat dengan sendirinya dan kaca yang akan menutup dengan sendirinya saat kendaraan dikunci dengan remote. Praktis, tidak takut spion terbentur sesuatu, dan tidak lupa lagi menutup kaca saat meninggalkan kendaraan

3. Sensor Wiper. Wiper akan menyesuaikan kecepatannya dengan intensitas hujan, sehingga tidak perlu lagi mengubah-ubah kecepatan wiper secara manual

4. Telescopic Steering. Lingkar kemudi pada kendaraan ini dapat disesuaikan posisinya, tidak hanya naik turun saja, tapi juga maju mundur. Cukup memudahkan untuk mendapatkan posisi mengemudi yang nyaman.

4. Sensor Lampu. Ya, bahkan headlight mobil ini dilengkapi sensor yang dapat mematikan dan menghidupkan secara otomatis. Namun, pada kenyataannya saya merasakan sensor ini terlalu sensitif, sehingga saya mematikan fitur ini di mobil saya.

5. Sensor lain-lain. Mobil ini memiliki banyak sensor, sehingga ketika ada masalah, mobil ini dapat menampilkan masalah apa yang terjadi pada MID (multi information display) yang terletak pada tengah dashboard, seperti menampilkan pesan “Automatic Gear Fault”, atau “Anti Pollution Fault” dan semacamnya.

Sebenarnya masih banyak lagi fitur lucu dan bahkan mungkin tidak penting yang ada pada mobil ini, tapi saya rasa kelima fitur tadi sudah cukup menggambarkan fasilitas yang ditawarkan mobil ini.

Adapun hal lain yang ingin saya bahas disini adalah mengenai cost of ownership. Banyak yang berkata bahwa mobil eropa sulit dirawat dan suku cadangnya berharga tinggi. Sepengalaman saya, saya pernah membandingkan harga spare part yang sama-sama asli antara peugeot dan mobil keluaran jepang, hasilnya harganya sama, bahkan spare part peugeot lebih murah beberapa ribu rupiah. Jadi saya menyimpulkan bahwa harga suku cadang mobil ini tidak berbeda dengan suku cadang mobil keluaran Jepang di kelas yang sama. Namun demikian, saya mengakui bahwa tidak mudah menemukan bengkel di luar bengkel resmi yang mampu menangani kelistrikan kendaraan ini. Untuk anda yang tinggal di daerah Bogor, dapat membawa kendaraan anda ke Benefit Auto Service, letaknya di dekat sekolah kesatuan di daerah ranggagading. Bengkel ini mampu menangani mobil-mobil keluaran eropa, dengan biaya yang relatif murah.

Singkat kata, untuk kendaraan bekas dengan range harga sekitar 100juta rupiah, mobil ini menawarkan banyak fasilitas. Jika anda menginginkan kendaraan untuk dipakai, dan bukan untuk dijual kembali, mobil ini sangat layak dibeli, namun perlu diingat, depresiasi harga pada kendaraan eropa cukup besar, jadi jangan terkejut jika saat ingin menjual kembali harga kendaraan anda sudah turun jauh dibanding saat anda membeli.

Saya menulis tulisan ini karena pada saat dulu saya mencari informasi tentang mobil ini, saya tidak mendapatkan informasi yang lengkap mengenai mobil ini dalam bahasa Indonesia. Jadi, semoga tulisan ini bermanfaat bagi anda yang mungkin sedang berfikir untuk membeli sebuah mobil peugeot, ataupun bagi anda yang hanya mencari informasi lebih lanjut tentang mobil ini saja. :)





Wailing Wall – Saint Seiya

7 01 2012

Hampir setiap orang seusia saya sekarang pada masa kecilnya mengenal film-film kartun anak-anak. Tidak seperti masa sekarang ini, dimana televisi dipenuhi acara musik di minggu pagi, saat saya masih anak-anak hari minggu adalah hari marathon menonton televisi dari pagi hingga siang hari. Dari sekian banyak film yang saya tonton, yang sampai saat ini masih saya sukai adalah Saint Seiya. Bagi yang belum tahu apa itu Saint Seiya, bisa membaca referensi lebih lanjut di sini

Tulisan saya kali ini ingin membahas tentang salah satu episode di Saint Seiya – Hades Chapter. Film ini merupakan kelanjutan dari film yang saya tonton saat saya kecil, tentu saja dengan kualitas gambar yang jauh lebih jernih lagi.

Alkisah, Hades, yang merupakan dewa kematian, menculik Athena, dewi penjaga Bumi. Hades menyekap Athena di dimensi lain yang bernama Elysion. Tentu saja, seiya dan kawan-kawannya berusaha untuk menyelamatkan Athena dari tangan Hades. Permasalahannya, untuk menuju tempat disekapnya Athena tersebut, mereka perlu menembus sebuah tembok yang bernama wailing wall. Singkat kata, tembok ini tidak mungkin dihancurkan kecuali dengan menyinari tembok tersebut dengan sinar matahari. Terdengar mudah bukan? Tinggal buka jendela, dan biarkan sinar matahari masuk menghancurkan tembok tersebut. Sayangnya, lokasi tembok tersebut ada di dunia bawah tanah yang tidak tertembus sinar matahari. Berbagai cara dicoba oleh Seiya dan teman-teman untuk menghancurkan tembok tersebut, namun percuma, seluruh jurus dan senjata mereka tidak berdaya ketika berhadapan dengan tembok tersebut.

Ketika tampaknya sudah tidak ada harapan lagi, tiba-tiba saja 12 ksatria emas berkumpul dan menyatukan kekuatan mereka. Baik yang masih hidup, maupun yang sudah mati, tiba-tiba bangkit kembali untuk sekali lagi membela Athena. Dengan memfokuskan energi kosmo mereka ke ujung panah Saint Sagitarius yang dilepaskan ke arah tembok tersebut, tembok yang telah berdiri sejak awal waktu tersebut pun akhirnya runtuh. Mereka telah melakukan hal yang mustahil, menciptakan cahaya matahari ditengah kegelapan dunia bawah tanah.

 

Yang ingin saya tulis disini bukanlah cerita detail mengenai Saint Seiya dan Wailing Wall tersbut. Disini saya hanya merasa ada pelajaran yang dapat saya ambil dari episode Saint Seiya di atas. Betapapun besarnya hambatan, betapapun tampak mustahilnya rintangan yang dihadapi dalam meraih sesuatu, pasti, jika Tuhan menghendaki, akan ada jalan keluar.

Saya tahu, kehidupan dunia nyata tidak sama dengan keajaiban-keajaiban yang terjadi dalam film kartun. Tapi saya juga tahu, Tuhan telah berjanji bahwasanya setiap manusia diberi cobaan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tuhan juga berkata bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib manusia apabila manusia tidak berusaha mengubah nasibnya sendiri.

Katakanlah saat ini saya sedang menghadapi Wailing Wall tersebut, menghadapi sebuah tembok yang tampak tidak dapat ditembus dengan cara apapun. Namun bagaimanapun, saya tetap harus menyebrang ke sisi lain tembok tersebut, karena disitulah letak mimpi saya. Saat ini, mungkin memang tampak mustahil, namun saya masih percaya, suatu saat saya akan dapatkan cahaya matahari untuk menyinari tembok tersebut, suatu saat nanti saya akan mendapatkan panah Sagitarius dan menghancurkan tembok tersebut.

Entah kapan datangnya saat tersebut, sampai saat tersebut tiba, saya hanya bisa berusaha dan berdoa. Sedikit demi sedikit, milimeter demi milimeter, saya akan berusaha meruntuhkan tembok tersebut. Karena saya masih percaya, bahwa selain matahari, hal lain yang dapat memancarkan cahaya terang adalah mimpi dan harapan. Karena saya percaya, saya masih ada di sini hari ini adalah karena saya memiliki mimpi-mimpi dan harapan. Dan karena saya percaya, bahwa Tuhan selalu mendengarkan mimpi dan harapan kita. Yang kita perlu lakukan hanyalah berdoa, berusaha, dan terus percaya. Dan ya, Saya percaya :)

 

 








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.